 | Mari Maju Bersama-sama Menuju hidup Yang Lebih Baik, mAU mAU mAU??? | Oct 25, 2008 |
Tanpa Ilmu hati jadi sempit, Tanpa iman hati jadi sengsara mari berbagi ilmu dan pengalaman. yang penting kudu diamalkan kan??? jika kita terbiasa mengisi waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, maka kebiasaan ini akan terus berlanjut. di hari kemudian, kita akan menyesal karena tak menggunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya.
agar waktu kita tak terbuang percuma, maka kita harus berusaha melakukan sesuatu yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maup-un untuk orang lain. lakukanlah sesuatu sebaik mungkin dengan niat yang tulus. jangan biarkan detik-detik hidup kita berlalu tanpa arti dan manfaat. apa yang akan kita lakukan hari ini? apa kira-kira manfaatnya untukku/orang lain? selamat berpikir dan bertindak. Akal adalah kekayaan yang sangat berharga, sehingga kita harus memeliharanya dengan Islam. Namun, tak jarang kita merusaknya tanpa sadar dengan maksiyat dan sikap yg berlebihan.
Ilmu adalah cahaya. Bila kita berhenti belajar(tafakkur, tadabbur), hatipun terasa gelap.
Perbuatan maksiyat dapat merusak akal. Sebab itu, jangan heran bila ada manusia yg berbuat tak masuk akal. Kenapa?Karena dalam diri manusia ada hawa nafsu dan setan penggoda.
Minuman beralkohol itu jelas merusak, dan sangatlah tepat jika Islam mengharamkannya. Namun,kenapa ada orang suka meminumnya?Bukankah ini adalah perbuatan yg tak masuk akal?
#mari kita jaga akal kita dengan Islam. Tiada agama bagi yang tidak berakal. Wallahu'alam#
Akhir tahun 2008 Jamal berhenti bekerja di perusahaan tekstil karena terkena PHK. Karena ia tak mau jadi pengangguran yang hanya diam di rumah, iapun terus berpikir dan mencari pekerjaan yang mungkin bisa ia kerjakan. Suatu saat istrinya, Irna, memberitahukan sesuatu yang penting untuknya,”Pak, barusan aku dari rumah bapak. Katanya ada lahan kosong, kalau bapak mau mencoba menggarapnya, maka lahan itu akan bapak serahkan kepada kita.” “Boleh juga kita coba Bu. Yang penting halal kan. Apalagi kerja di kebun kan tak seperti di pabrik. Kita bisa mendapatkan udara segar tiap pagi dan tak ada yang memerintah kita,” dengan penuh semangat Jamal nampaknya siap bekerja apapun asal halal. Ia merasa gembira mendapat kabar dari istrinya tersebut. “Kalau Bapak setuju, kita ke rumah Bapak sekarang,” Irna mengajak Jamal menemui sang ayah yang baik hati itu. “Baiklah Bu, mari kita ke rumah Bapak,” Tanapa mau menunda 1 menitpun, Jamal siap melangkah menuju rumah mertuanya. Singkat cerita, mereka berdua telah tiba di rumah orang tua mereka. Setelah mengucapkan salam, merekapun masuk dan ayah mereka kebetulan ada di rumah. Setelah duduk, sang ayah langsung berbicara ke pokok masalah,” Mal, di sana ada lahan menganggur karena tak sanggup kugarap. Luasnya 14 m persegi. Jika kamu mau mengolahnya, Bapak akan menyeerahkannya kepadamu. Tak hanya itu, teman bapak juga menawarkan kerja sama. Jika kamu mau, bapak akan menghubungkan orangnya denganmu.” “Baiklah Pak, Insya Allah saya siap mengolah lahan tersebut. Kalau boleh tahu, apa kerja samanya Pak?” dengan penuh konsentrasi Jamal bertanya kepada mertuanya itu. “Penanaman pohon pisang untuk keripik pisang. Selama ini dia mengambil dari bapak. Tapi katanya kurang, jadi terpaksa ia mengambil sebagian dari orang lain,” kata-kata sang mertua yang jelas itu membuat semangat Jamal meningkat. “Ya, saya siap Pak,” jawab Jamal singkat. “Kalau begitu nanti bapak hubungkan dengan orangnya supaya kamu bisa segera bekerja,” sepertinya sang mertua tak ingin melihat menantunya menganggur karena ia tahu sang menantu adalah orang yang rajin bekerja. Waktu telah berjalan 1 tahun dan Jamal selalu menyibukkan diri di kebun dengan pohon-pohon pisangnya. Suatu hari ia jatuh sakit sehingga tak bisa mengurusi tanamannya itu. Akhirnya ia minta tolong kepada istri dan anaknya, Irfan, untuk mengurusnya semampu mereka. Di suatu pagi yang cerah di hari libur. “Fan, karena bapakmu sakit, pagi ini kita harus menyirami pohon-pohon pisang di kebun supaya nggak kekeringan. Apalagi sekarang kan musim kemarau,” pinta Irna kepada anaknya, Irfan, yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. “Wah, tanggung, Bu, aku lagi main game balap mobil nih. Bentar lagi Bu, tanggung takut kalah,” Irfan yang sedang duduk di depan komputer masih asik main game. Tampaknya ia tak mau diganggu. “Ibu tunggu 5 menit lagi ya Fan. Jangan lama-lama,” Irna pun melangkah ke dapur untuk mencuci sedikit piring yang masih kotor sambil menunggu anaknya. Kalau sudah main game, Irfan suka lupa semua tugasnya. Ayah dan ibunya kadang sampai jengkel karena ia sering telat ke sekolah dan telat belajar ngaji. Memang payah juga si Irfan. Dibelikan computer malah tambah malas belajar. Tak hanya itu, belakangan ia dibelikan modem internet dengan alasan suka ada tugas dari sekolah yang harus browsing di internet. Biar irit uang, mendingan beli modem dari pada harus ke warnet yang jaraknya cukup jauh. Seperti anak-anak kebanyakan, iapun senang facebokan dan FS-an. Yah, makin malas dech. “Fan, ayo kita ke kebun, udah lewat 5 menit nih,” sahut ibunya dari tengah rumah. “Ya Bu, bentar lagi, matiin kompinya dulu,” sahut Irfan dari dalam kamarnya. Setelah beres, Irfan dan ibunya pergi ke kebun untuk menyiram pohon-pohon pisang yang masih berusia muda. Jika tak disiram, wah, bisa mati kekeringan. Ketika tiba di kebun, Irna langsung mengambil air yang telah tersedia, lalu ia mulai menyiram pohon-pohon pisang itu. Demikian juga dengan Irfan. Ia tak mau diam saja. Iapun mulai menyiram. Tapi karena senangnya facebook-an, iapun mengambil hape dari saku celana jeansnya dan mulai konek ke internet. Apalagi Kalau bukan facebook-an. Begitulah orang Kalau udah kecanduan internetan, pekerjaan utama jadi terbengkalai, hehehe. Waktu sedang duduk di bawah pohon pisang yang cukup besar dan tinggi, tiba-tiba Irfan mendengar sebuah suara yang asing baginya. “Hei, Nak, kamu sedang apa di sini?” suara itu begitu jelas di telinga Irfan. Tapi orangnya tak kelihatan. Ia tengok kanan dan kiri. Namun, tak ada juga. Wah, jangan-jangan, jangan-jangan huantu. “Kamu siapa?” Irfan balik Tanya dengan hati agak takut. “Aku pohon pisang yang ada di dekatmu.” Irfan kaget, “Kok pohon pisang bisa bicara ya,”bisiknya dalam hati. “Fan, aku punya satu pertanyaan untukmu,” sang pohon pisang kembali bicara. “Boleh, apa itu?” Irfan menengadahkan kepalanya ke pohon pisang. “Apakah pohon pisang itu egois? Apakah kami bermanfaat?” coba kamu pikirkan di rumah. Kalau kamu bisa menjawabnya nanti akan ada hadiah untukmu. “Apa hadiahnya wahai pohon pisang?” Irfan kembali bertanya. Namun tak ada jawaban. Setelah selesai menyiram pohon pisang di kebun, Irfan dan ibunya kembali ke rumah. Pikiran Irfan langsung teringat pada kata-kata pohon pisang yang tinggi dan tua itu. Ia lalu menemui ibunya. “Bu, tadi ada pohon pisang bisa bicara, aku kaget mendengarnya,” Irfan mulai membicarakan kejadian yang tak biasa kepada ibunya. Ah ngaco kamu Fan. Tapi jika Allah menghendaki mungkin saja Fan. “Bu, aku mau Tanya, boleh?” Ia menatap ibunya penuh harap. “Apa itu Nak?” Ibunya balik Tanya. “Apakah pohon pisang itu egois?” pertanyaan pertama meluncur dari mulut Irfan. “Nak, pohon pisang itu tak egois. Sekarang coba kamu pikirkan pohon pisang. Kira-kira apa yang manfaat dari pohon pisang?” “Mmh, buahnya bisa dimakan oleh manusia, dan mahluk lainnya. Daunnya juga bisa dimanfaatkan Bu.” “Coba kita renungkan Fan, Allah menurunkan air hujan kepada pohon pisang, lalu dengan air itu ia jadi tumbuh subur. Ia mengeluarkan daun hijau yang lebar dan buah yang banyak manfaatnya. Pohon pisang itu selalu bekerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang manfaat bagi mahluk lain. Ia bukan mahluk pemalas yang egois dan individualis,” sang ibu menjelaskan dengan jelas. *** di suatu pagi, Irfan minta ijin kepada ibunya untuk pergi ke kebun lebih pagi. Ia teringat akan hadiah yang dijanjikan pohon pisang jika ia mampu menjawabnya dengan benar. Setelah sampai di kebun, ia langsung menuju pohon pisang yang tertua di kebun itu. Ketika sudah tiba di bawah pohon pisang, tiba-tiba ia mendengar suara,” Kerja dulu, Fan.” “Aku mau menjawab dulu pertanyaanmu itu,” balas Irfan. Tapi suasana sunyi kembali. Tak ada suara sepatah katapun. Akhirnya Irfan mulai bekerja untuk menyirami pohon-pohon pisang. Waktu menunjukkan pukul 6 lebih 30. pukul 12 siang Irfan harus sudah ada di sekolah untuk belajar seperti biasa. Setelah bekerja keras menyiram pohon pisang, Irfan melangkah menuju pohon pisang yang besar itu untuk istirahat. Keringat bercucuran dari wajahnya. Iapun duduk di bawah pohon pisang tadi dan mulai membuka botol yang berisi air dingin. “Nah, ini baru temanku. Sekarang kamu boleh menjawab pertanyaan itu Fan,” tiba-tiba sebuah suara mampir di telinga Irfan. Irfan meneguk air untuk menghilangkan dahaganya. Lalu setelah minum, ia menguraikan jawabannya berdasarkan pengetahuan yang telah ia dapat dari ibunya. “Jawabanmu benar, Fan. Selamat bekerja keras anak muda. Dan Allah akan membalas kerja kerasmu. Semoga kamu ikhlas dalam melakukannya,” kembali sang pohon pisang bicara. Tiba-tiba beberapa buah pisang yang telah masak jatuh ke pangkuan Irfan. “Wah, terima kasih pohon pisang, kamu memang temanku yang baik,” balas Irfan. Namun tak ada suara. Suasana kembali sunyi. “saatnya untuk pulang. Sebentar lagi aku harus sekolah,” bisik Irfan dalam hatinya. Di sepanjang perjalanan, ia memikirkan karakter pohon pisang. Pohon pisang adalah mahluk yang tak egois/individualis. Ia adalah pekerja keras yang mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi mahluk lain. “Kerjaku kebanyakan hanya main game, FS-an, FB-an. Aku malas belajar. Maafkan aku ya Allah,” dalam hatinya Irfan menyesali dirinya. Ia merasa malu kepada pohon pisang. Lama juga ia berpikir. Iapun bertekad ingin seperti pohon pisang. Tak egois/individualis dan banyak beramal untuk kebaikan mahluk lain. *** Akhir tahun 2010, akhirnya ayah Irfan telah memiliki sebuah pabrik keripik pisang. Itu semua ia capai karena pertolongan Allah. Kerja keras dan mau berbagi kepada sesama (sedekah) telah mengantarkan mereka kepada cita-cita yang baik. Kini Irfan mau masuk SMU. Ada yang membanggakan hati kedua orang tua Irfan. Kini Irfan mampu membiayai segala kebutuhan sekolahnya. Ia adalah seorang anak yang mau kerja keras. Rasa malas telah ia singkirkan jauh-jauh. Hasil kerjanya ia tabung sebagian hingga ia tak merepotkan lagi kedua orang tuanya. Sungguh, ini adalah prestasi nyata. Lebih nyata dari prestasi akademis di sekolahnya walaupun ia sering jadi juara di sekolahnya. Kesengsaraan bersama kemalasan. Tiada prestasi tanpa kerja keras. Wallahu’alam. hari yang cerah teman-temin semua. kali ini saya ingin berbagi cara belajar Bahasa Inggris untuk pemula, terutama anak-anak SD, SMP, SMU, Kuliahan yang masih beginner seperti saya, hehehe.
strategi belajar ini saya rancang untuk pemula, terutama anak-anak. metodenya fleksibel, creatif, asik, dan bebas tekanan, tak monothon, dan berkualitas.
metode ini dilatarbelakangi oleh cara belajar di sekolah yang monoton, kurang menarik dan kaku/kurang fleksibel (tapi nggak semua sekolah seperti itu).
belajar itu harus menyenangkan, fleksibel, tak menekan dan happy. biar jelas, silahkan donlod file pdfnya oke. mangga boss. Attachment: BELAJAR ENGLISH KREATIF oke.pdfassalamu,alaikum sahabat-sahabat mp semua. Bagi teman-teman yang suka membaca -apapun bacaannya- maka inilah hadiah sederhana dari saya untuk teman-temin semua. ternyata memahami bacaan itu tak gampang lho. ada syarat-syarat yang mesti kita penuhi jika kita ingin sukses membaca. kebayang kan, kalau kita udah baca buku 2 jam, apalagi buku teks kuliahan, tapi kita belum ngerti juga tuh. cape dech, hehehe. supaya sukses gimana ya? oke dech, saya buka rahasianya. kita hanya usaha, hasilnya Allah yang menentukan.
Eh, apa saja rahasianya? tinggal donlod aja file pdfnya. berikut ini saya cantumkan daptar isinya:
Pendahuluan: Mengapa membaca harus dikelola/dimanajemen? Bagian 1. Sebelum membaca a. tujuan & sasaran yang jelas b. ketenangan jiwa c. konsentrasi d. pengetahuan dasar e. metode membaca efektif f. berfikir positif & berfikir sukses Bagian 2: Apa Artinya Faham/Memahami? Bagian 3: Cara praktis Membaca Dengan Hati Bagian 4: Membuat Peta Pikiran Bagian 5: Latihan membaca Dengan Hati
Nah, teman-teman, itu gambaran globalnya supaya teman-teman punya bayangan sedikit. hehe. selamat belajar untuk naik kelas, kelas membaca lho.
Attachment: HUNTING METHODE 2.pdfapa kabar teman-temin mp. saya lagi nyari link donlod free microsoft office 2003 nih.tapi bukan file updatenya soalnya kompi saya ga ada ms officenya, kemarin didelete sebab filenya kegedean. lagi nyari yang sedang. kita2 100mb/120mb_an lah.lebih kecil lebih baik karena kompi sya ramnya minm, juga hddnya. makasih sebelumnya yah. ditunggu. Kekurangannya? 1. Ga bisa posting yang panjang. 2. Ga bisa pake 10jari. Jempol kerja keras ampe kriting. 3. Tambahin yah. Hehehe. Kelebihannya? 1. Praktis. Mau konek cepet?bisa langsung konek, ga pake ribet. Mau konek dan disconect puluhan kali? Ga masalah. Ngempi terus. 2. Gampang banget nulis komen. 3. Irit pulsa. Pake operamini 3.1.2, hape nokia 2626, buka inbox mp cuma 7kb. Buka qn cuma 1kb. Buka postingan panjang, umumnya 4-5kb. Hehehe, pengalaman2 neh. Dsb...tambahin yah. ^_^ Wah lihat anak2 kuq gembira banget. Kucoba dekati anak2 yang lagi ngobrol. Kulihat dan kudengar baik-baik, owh, hehehehehe, aku ketularan bahagia dan gembira. Alhamdulillah ya Allah. Jangan remehkan anak2. Belajarlah dari mereka. Yuph. :) Jumlah pengetahuan dan informasi yang ada dalam diri kita kadang suka membatasi pandangan hati kita. Pikiran kita bisa jadi penjara bagi hati kita. Namun kita sering tak menyadarinya. Kenapa? Karena tak kelihatan. Kebodohan adalah kegelapan. Siapa yang malas mencari ilmu, rugilah dia. Hidupnya mudah tegoncang masalah. Inilah Contoh penjara dalam pikiran> Tanpa uang banyak, aku takkan bahagia. Titik! Jika Anda berkeyakinan seperti ini, berarti hati Anda yakin, bahwa sumber kebahagiaan Anda adalah uang. Akhirnya, pikiran tersebut akan membuat Anda buta hati dan terpenjara. Selamat berpikir. "Hari ini benar-benar tak menyenangkan bagiku! Hiks hiks," Susi, menangis, badannya tampak lesu, seperti kena virus putus asa. Kenapa begitu? Karena ia dinyatakan tak lulus. Pernyataan itulah yang mengakibatkan ia begitu tampak menderita. "alhamdulillah. Horee! Aku lulus, huhuy, selamat deh gue," Indri, siswa Kelas 3 SMU begitu riang gembira ketika ia tahu dirinya lulus. Kenapa dua hal ini begitu bertolak belakang? Penyebabnya adalah"PIKIRAN" yang kita sadari bisa menghasilkan perasaan tertentu. Ketika mengingat keburukan seseorang, hati kita gembira. Ketika mengingat kebaikan seseorang, hati kita terasa bahagia. Itulah pengaruh pikiran. EKSPERIMEN YANG BISA ANDA LAKUKAN Sekarang, coba Anda lakukan hal2 berikut: 1. Coba ingat pengalaman Anda yang menyenangkan penuh penghayatan. Rasakan pengaruh pikiran tersebut. 2. Ketika Anda merasa jenuh, misalnya jenuh ngempi, pasti ada pikiran2 yang muncul di alam sadar Anda. Misalnya, pikiran tersebut muncul seperti ini, "yah, di mp ga rame lagi, sepi, kurang produktif. Jenuh ah. Kurang manfaat." nah lho jenuh kan. Tapi kalau di mp ini Anda mendapat apa yang Anda inginkan, Anda merasa bahagia. Contoh, "alhamdulillah, aku dapat calon istri yang baik dari mp neh. Pake jilbab, sopan, cantik, mahasiswi lg. Mudah2an kenyataannya sesuai dgn kata2nya. Besok aku mau taaruf sama akhwat yang baik hati itu. Makin betaah di mp, huhuy, witwiw," ungkap pria 25 tahun yang gemar ngempi. Selamat belajar dan berlatih wahai dirikuwh n teman-temin. ^__^ Gaul dengan orang-orang berwajah ketus, susah senyum, ga ramah, cuek bebek, dsb, benar-benar ga nyaman hati ini. Duh, jadi ketularan juga deh. Hiks. Tapi kalau gaul dengan manusia familiar, ramah, sopan, perhatian, manis muka, penuh penghargaan, dan hal baik lainnya, rasanya dunia ini bagai di surga dunia. Tak hanya itu, wajah kita yg kusut bisa kebawa cerah. Wahh asik. {^_^} Baru saja saya masukkan keyword ini " ciri-ciri wanita durhaka" ke paman google. Tiba-tiba muncul judul postingan tentang ciri wanita penghuni neraka. Miris juga. Kebanyakan wanita itu di neraka, dan di surga sedikit. Maaf nih ga di tulis hadistnya, pake hape uy. Kok wanita kebanyakan di neraka yah? Silahkan tanya pak google. Cari ilmu kan ibadah ya. Selamat berselancar. Assalamu'alaikum halo mpiers mania, khususnya yang ada di Bandung. Kapan mau kumpul untuk silaturahim nih? Sudah lama saya menunggu saat yang tepat untuk lebih saling mengenal, jadi keluarga besar gitu lho. Kalau boleh usul, bukan hanya ngumpul, tapi juga ngadain acara yang manfaat buat kita-kita, juga untuk masyarakat umumnya. Apalagi kalau kita punya wadah untuk pengembangan diri, wah lebih asik lagi. Bikin perusahaan? Boleh juga kalau berani. Bikin jaringan usaha? Harusnya ada seh. De el el aje dech. Ada yang mau NAMBAH IDE? Kami tunggu. {^_^} Pagi itu Hanny sedang menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya, Sandi, karena sebentar lagi ia akan berangkat kerja. Sementara itu, anaknya, Susi, yang masih berumur 1 tahun, sedang bersama ayahnya. Menjelang pukul 7 pagi, tiba-tiba langit berubah jadi gelap. Angin kencang muncul menambah angker suasana. “Bang, hujan turun lebat sekali, mana ada angin kencang lagi. Tunggu saja sampai hujannya reda dan anginnya lenyap,” Hanny memberikan saran kepada suaminya dengan tatapan penuh sayang. “Ia, Sayang. Abang akan tunggu sampai berhenti. Tapi jika sampai jam 7.30 belum juga reda, maka abang harus pergi juga, karena hari ini ada tugas penting sekali,” Sandi menatap keluar rumah, mengamati suasana yang masih tampak mencekam. Sementara itu, Susi, masih betah dalam pangkuannya. Pukul 7.30, hujan masih tetap deras, gemuruh angin masih menjadi-jadi. “Han, tolong siapkan jas hujan, aku mau berangkat juga,” Sandi mengambil motornya dan siap-siap untuk pergi. “Jangan, Bang! Jangan nekad!” Hanny kelihatan khawatir. “Sudahlah, nggak usah khawatir seperti itu, percayalah, semua akan baik-baik saja,” Sandi berusaha menenangkan istrinya sambil menyerahkan Susi yang tiba-tiba menangis karena tak mau berpisah dengannya. “Assalamu’alaikum, Sayang, aku berangkat dulu,” Revo biru tua bergerak perlahan meninggalkan pekarangan rumah Hanny. “Wa’alaikumussalam,” tatapan Hanny yang penuh kekhawatiran mengantarkan suaminya sampai lenyap tak terlihat lagi. Pukul 9 pagi, angin telah berlalu, namun hujan masih deras mengguyur kota Surabaya. Sementara itu Hanny sedang mencuci pakaian. Adapun anaknya diasuh oleh saudaranya. Menjelang pukul 10 siang, hanny mencoba mengontak hape Sandi, namun tak ada jawaban, padahal hapenya aktif. Pukul 11 siang, hape Hanny berdering. Ia lalu mengangkatnya dan menjawab salam sang penelepon. “Hanny, bisa ke rumah sakit sekarang?” tanya sang penelepon. “Ada apa, Wan?” Hanny balik bertanya dengan perasaan tak menentu. “Pokoknya datang dulu deh. Ditunggu ya,” balas sang penelepon sambil menyebutkan tempat rumah sakitnya. Dengan membawa Susi, Hanny berangkat menuju rumah sakit setelah menitipkan rumahnya kepada saudaranya. Setelah tiba di rumah sakit yang dituju, Hanny langsung menuju ruang gawat darurat sesuai permintaan Irwan, temannya sandi. Irwan menghampirinya dengan tenang walau wajah Irwan tampak sedih,”Han, jangan panik ya, tenangkan dirimu.” Hanny melangkah menuju sebuah tempat pembaringan yang di atasnya tergeletak sesosok tubuh yang masih pingsan. Setelah mendekat, iapun menangis sambil tetap mendekap anaknya. “Apa yang terjadi dengan suamiku, Wan?” hanny menatap Irwan dengan wajah basah dengan air mata. “Tabrakan dengan Avanza,” Irwan menunduk sambil menarik napas dalam-dalam. “ketika aku melihat suamimu, aku langsung membawan ya ke sini. Adapun motornya aku titipkan kepada Budi.” Mendengar itu tangisan Hanny makin deras. Ia sangat takut kehilangan suaminya, karena Sandi adalah sosok suami yang sangat baik. Ia adalah sosok manusia yang sangat perhatian, penyayang, cerdas, peduli dengan penderitaan orang lain. Sandi itu orangnya penyabar, tenang, lembut, namun pemberani. Pukul 11.30 Sandi belum juga siuman. Irwan menatapnya sambil berbisik,” Ya Allah, selamatkanlah kawanku,” Irwan menatap wajah sandi, iapun tak kuat membendung iar matanya yang sejak tadi ia tahan. Teringat kembali oleh Irwan akan kebaikan Sandi kepadanya. Irwan mengingat kembali akan peristiwa yang menyakitkan hatinya, ketika 3 hari menjelang pernikahan, calon istrinya memutuskannya tanpa sebab yang masuk akal. Karena itulah jiwanya jadi goncang. “Wan, wanita penghianat tak usah dipikirkan terus. Udah sebulan kamu depresi. Lihat badanmu, tambah kurus, Wan. Udahlah kawan, bangkitlah, masa depan tetap cerah.” “Aku benar-benar terpukul, San. Lukaku begitu parah,” ungkap Irwan seperti prustasi berat. “Oke-oke, aku mengerti. Nanti aku carikan yang lebih baik,” Sandi menawarkan bantuan untuk menyemangati sahabatnya yang dilanda badai yang sangat dasyat. Kini Irwan telah punya istri yang baik hati karena bantuan Sandi. Lukanya telah sembuh. Kembali Irwan menatap wajah Sandi. Tiba-tiba mata Sandi mulai terbuka. Irwan dan Hanny kelihatan punya energi harapan baru. Mereka berdua mendekat. Kepala Sandi penuh balutan karena cedera. Juga kaki kanannya, karena retak tulang pahanya. “Syukurlah Abang udah siuman,” Hanny mengelus wajah suaminya yang masih tampak lesu. Walaupun begitu, Sandi tampak tersenyum kepada istri tercintanya juga kepada kawannya. “Tenanglah Sayang, Abang akan baik-baik saja. Tak usah kau gelisah. Allah bersamaku,” wajah Sandi tetap bersinar dengan senyuman. Ia tak mengeluh selain sedikit meringis. Ia tersenyum menatap wajah anaknya yang polos. “San, kamu memang tegar. Karena itu aku tak mau kehilanganmu. Aku ingin sepertimu dalam menghadapi hidup ini. Kau tak mengeluh kayak aku padahal keadaanmu sekarang benar-benar kritis,” Irwan menunduk, ia masih menitikkan air mata. Mungkin ia malu dengan keadaan jiwanya. Bagi Irwan, Sandi adalah manusia mengagumkan yang langka. Selama hidupnya, jarang ia temukan orang mengagumkan seperti Sandi. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki berdasi menghampiri mereka bertiga. “Bagaimana keadaanmu, San?”tanya lelaki itu. “Alhamdulillah, aku baik-baik saja, Pak Adi,” Sandi tetap tenang dan keep smiling. “Bagus, kalau begitu, San,” lama juga Pak Adi berada di tempat itu. Setelah itu, Pak Adi dan Irwan pamitan untuk kembali melaksanakan tugas. Kini tinggallah Hanny, Sandi dan Susi. Tiba-tiba perawat datang. Mungkin akan memeriksa kondisi Sandi. Setelah itu sang perawat pergi lagi. “Hanny Sayang, jangan menangis terus dong, Say,” Sandi menggerakkan tangan kanannya, lalu menghapus air mata istrinya dengan sapu tangan merah milik istrinya.”Ayolah tersenyum, Sayang. Abang masih hidup kok. Semua akan baik-baik saja. Allah akan menolong kita. Jangan larut bersedih ya,” Sandi tersenyum kepada istrinya. Rupanya ia tak mau melihat istrinya terus bersedih. Memang laur biasa jiwanya. Seharusnya orang sehatlah yang berusaha menghibur orang sakit. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Orang sakitlah yang berusaha menghibur orang sehat. “Ia Sayang, aku tak akan nangis terus,” kini, giliran Hanny yang tersenyum. Air matanya mulai kering. “Hanny, ayolah bacakan Al-Qur’an untukku. Aku rindu mendengarnya,” pinta Sandi pada istrinya. Hanny membuka tasnya, lalu mengambil Al-Qur’an. Terus iapun mulai membaca Al-Qur’an. Ketika mendengar ayat-ayat itu, Sandi tampak berlinang air mata. Lalu tertidurlah ia. Hanny kaget. Ia panik lalu memanggil perawat. “Bu, suami ibu hanya tertidur. Tenang saja, Bu. Suami ibu akan membaik kok,” sang perawat tersenyum dan berusaha menenangkan Hanny. Setelah lewat 1 jam, Sandi terbangun.” Han, aku bermimpi.” “Mimpi apa, Bang?” Hanny penasaran. “Aku diruqyah orang berbaju putih. Wajahnya penuh cahaya sangat terang. Ia mengaku sebagai Rosulullah,” Sandi termenung. Namun ia kelihatamn bahagia [ruqyah adalah metode pengobatan dengan memakai ayat-ayat al-Qur’an atau kalimat yang diajarkan Nabi]. “Berbahagialah Abang jika udah ketemu Nabi dalam mimpi,” Hanny kaget campur gembira. Setelah 1 minggu di rumah sakit, Sandi udah boleh pulang. Waktu yang sangat cepat bagi Sandi untuk proses penyembuhan. Padahal ia kelihatan parah ketika di awal-awal. Mungkin ada keajaiban? Why not? Tak ada yang mustahil bagi Allah. “Bang, apa saja yang dibaca Nabi ketika beliau meruqyahmu?” Hanny tampaknya penasaran dengan mimpi suaminya. “Bacaannya, aku sangat kenal. Ada di dalam hadist.” Lalu Sandi menyebutkan bacaannya dengan fasih karena ia pandai membaca Al-Qur’an. “Kenapa Abang tak mengeluh dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja,” kembali Hanny meneruskan pertanyaan. “Mengeluh takkan membuat sakitku sembuh, tak mampu menenangkan jiwa. Aku serahkan semuanya kepada Allah. Aku baik sangka saja kepada-Nya. Jadi aku yakin, semua akan baik-baik saja. Ketika hatiku yakin akan kasih sayang Allah, jiwaku diliputi rasa damai. Alhamdulillah, hati terasa lapang dan tenang. Bukankah Penguasa Mutlak hati manusia hanyalah Allah?” Sandi menatap wajah Hanny. “Ia, Bang. Benar. Aku masih harus banyak belajar kepada Abangku tersayang,” Hanny tersenyum dan memeluk suaminya. Pagi itu suasana terasa indah sekali. Terdengar nyanyian alam mengalun merdu. Kicauan burung bersahutan di atas ranting-ranting pohon. Angin bertiup sepoi-sepoi manja mengelus dedaunan. Mentari tersenyum lebar di pagi itu. Sang Langit wajahnya cerah bersinar memancarkan cahaya birunya yang teduh dan megah. Lihatlah wahai kawan, betapa indah dan sempurna ciptaan YANG MAHA SEMPURNA. Sekian dulu sahabat-sahabatku. Terima kasih.
judul ebook: membaca dengan hati Ketika udah membaca, tak jarang kita kehilangan pemahaman, padahal udah 2 jam membaca. ini karena manajemen membaca kita belum efektif. bukan hanya itu, metode membaca yang kita pakai juga mungkin bukan metode yang cukup bagus. Namun, bukan hanya metode yang mendukung kesuksesan membaca. apa saja yah? mau tahu? Baca saja ebook buatanku ini. silahkan donlid aja yah. Insya Allah bermanfaat karena saya udah mengujinya. Namun sebelumnya mohon maaf, ebook ini kehilangan cover. jadi jangan kaget kalau teman-teman langsung berhadapan dengan bab 1. kenapa? karena kompiku belum bisa dipake, padahal versi utuhnya ada di hardiskku. sekarang saya lagi di warnet hehe, di kaki Gunung Manglayang. jauuuh banget, tapi enak juga sambil olahraga. oh ya, kalau udah dibaca, boleh bertanya kalau belom ngerti. Target saya, Anda berhasil mempraktekan konsep buatanku ini. boleh konsultasi gratis. jadi jangan buang-buang waktu. hehehe. beri temanmu ini kesempatan untun jadi konsultan, huehehe, dih pede banget padahal belum pernah jadi trainer. kontak saya di sini, atau di penaair77@gmail.com ttd, Deni AL Attachment: HUNTING METHODE 2.pdfBerdasarkan pengalaman saya, kepercayaan itu terbentuk oleh DUA UNSUR UTAMA. Mau tahu? Jika belum tahu, maka Anda wajib tahu. Apa saja DUA UNSUR UTAMA TERSEBUT??? Ini dia : 1. Pengetahuan (tentang sesuatu). 2. Pembuktian. Belum faham? Tenang saja, mari saya jelaskan. Coba kaji contoh ini: ada orang berkata kepada saya bahwa GARAM ITU ASIN. Tapi saya belum percaya alias ragu karena saya belum membuktikannya. Nah, teman-teman, Anda tahu bahwa saya baru saja mendapatkan PENGETAHUAN dari seseorang bahwa GARAM ITU ASIN. Namun, hati saya belum percaya akan KEBENARAN DARI PENGETAHUAN tersebut. Agar saya mendapat keyakinan tentang KEBENARAN dari pengetahuan tersebut, maka saya harus melakukan pembuktian. Singkat cerita, saya pergi ke pasar untuk membeli garam. Setelah garam itu ada dalam genggaman saya, maka sayapun mencoba merasakan rasanya. TERNYATA??? Rasanya memang asin. Asli. Akhirnya saya PERCAYA akan pengetahuan yang telah saya dapat dari orang itu. Pembuktian yang saya lakukan adalah dengan menggunakan indera pengecap, yaitu lidah. Pembuktian tak hanya terbatas dengan panca indera, tapi juga bisa menggunakan akal dan hati. Pembuktian akan wujud Allah bisa menggunakan akal dan hati. Hatilah yang meyakini dan merasakan wujud Allah, Sang Pencipta Seluruh Alam. Kesimpulan: Kepercayaan=pengetahuan + Pembuktian. Selamat membangun kepercayaan yang benar. Ayo, kita bisa! Insya Allah. Kurniawan, bocah 5 tahun berkaki 1 dan bertongkat itu harus rela kehilangan ayahnya. Kabarnya sang ayah diterkam buaya lapar waktu sedang memancing di sungai. Berita ini didapat dari pak ojin, teman ayah kurniawan yg selamat dari terkaman buaya lapar. Cuma kaki kanan pak ojin digigit buaya sampai putus waktu ia hampir sampai di tepi sungai. Namun pak ojin tetap bersyukur masih bisa hidup. "mak, awan mau cari makanan hari ini ke hutan sama bang hamzah," kurniawan menatap wajah emaknya yang kelihatan masih murung dan sedih. "jangan nak, emak tak mau kehilangan kau. Ayahmu baru saja pergi untuk selamanya. Kini emak hanya punya kau nak," si emak terharu menatap kurniawan. "kalau tak kerja, kita tak makan hari ini mak. Sudahlah, emak jangan terlalu cemaskan diriku. Hidup matiku di tangan Allah. Walau 1 juta anakonda hendak memakanku jika Allah ndak ijinkan, ndak akan terjadi mak," kurniawan abdul malik bicara dgn mantapnya. " yaiyalah. Kalau begitu pergilah Nak. Cukup Allah saja pelindungmu," si emak pejamkan mati komat kamit berdoa dengan khusyu. "wan, gimana mau ikut berburu rusa ke hutan?" tiba-tiba seseorang memanggil kurniwan. "ikut bang. Emak udah ngijinin aku," jawab awan. 15 menit kemudian Awan dan teman-teman udah nyampe di pinggir hutan. Mereka telah siap dengan panah, belati, trisula dan pedang. Ke 6 orang itu mulai masuk ke mulut hutan. Awan berjalan di belakang dengan 1 kaki dan 1 tongkat. Pedang dan belati terayun di pinggangnya. Sementara punggungnya penuh memikul anak panah. Tiba-tiba awan mendengar suara mendesis seperti bebek. Wuih cukup menakutkan. "bang hamzah, berhenti bang, ada sesuatu," bisik awan. Dalam sekejap grup awan berhenti. Suara desisan itu makin jelas. "wan, ini seperti suara phyton. Siaga semua," hamzah dengan tajam berusaha memahami desisan itu. Dikeluarkannya pedang dari sarungnya. Sementara itu awan menyiapkan panah beracun untuk melawan sang ular. Adapun teman2nya telah siaga. Dan?? Tiba-tiba muncul ular phyton dengan jarak 5 meter mendekati awan dan teman2nya. Mulutnya menganga lebar dan mendesis. Nampaknya udah lapar sekali. Panjangnya kira-kira 7 meter. Tanpa menunggu, awan langsung menembakkan anak panahnya ke mulut ular itu, dan kena masuk ke mulut ular itu. 2 anak panah lainnya langsung menyusul menembus ke 2 mata ular itu. Sang ular berontak. Mungkin karena sakit dan lapar. Hamzah langsung menancapkan pedangnya ke leher sang ular. Karena sangat tajam, leher sang ular putus. Akhirnya sang ular mati tak berdaya. "wah, lega rasanya," hamzah tersenyum kepada teman-temannya. "ssst, bang, ada rusa di belakang kita," bisik awan pelan banget. "kita tembak wan," bisik hamzah. "kita tembak sama2 bang," ujar oding sambil mengarahkan panahnya ke rusa yg berjarak 10meter. Wuss! 5 anak panah meluncur menuju sasaran. Dan, bruuk! Sang rusa jatuh tersungkur. Hamzah berlari menuju rusa itu dan ia meraih rusa. Baru beberapa menit, tiba2 terdengar auman seekor harimau. Dia menghadap jalan menuju pulang. Hamzah yang pemberani berusaha mengusir harimau itu dengan pedangnya yang super tajam. Ia berusaha mengalihkan sang harimau ke bangkai ular phyton. Iapun berhasil. Sang harimau lapar itu menarik bangkai ular menjauhi hamzah cs. Akhirnya mereka ber 6 melangkah untuk pulang karena udah dapat seekor rusa besar. "temen2, kita istirahat dulu yuk. Udah lapar neh," ucok berceloteh. "sama euy," awan menyahut. Akhirnya mereka membuka nasi dan lauk pauk apa adanya. Mereka makan dengan lahapnya. Maklum habis perang. Tak lupa mereka membawa sebotol madu. Katanya untuk kekuatan fisik agar tetap tangguh. Setelah beres, merekapun melanjutkan perjalanan pulang. Tepatnya di gerbang hutan menuju kampung mereka, seekor phyton telah menghadang mereka. Panjang kira-kira 6 meter. Mungkin pas lagi lapar. Hamzah cs maju sambil menyiapkan strategi untuk mengusir ular tersebut. Namun sang ular tak mau pergi."guwa gak mau pergi, guwa lagi lapar. Guwa mau makan lu semua. Titik," mungkin begitu kata-katanya kalau sang ular bisa ngomong.he3x. "Wan, ni ular tak mau pergi. Terpaksa kita bunuh, dari pada kita dimakan ular lapar ini," hamzah mengajukan usul sambil menyiapkan pedang super tajamnya. "kalau tak ada cara lain, apa boleh buat," awan menyahut. Tangannya udah siap dengan panah beracunnya. Sang ular terus mendekat dan, wusss! 5 anak panah berhamburan menuju kepala sang ular. 3 anak panah tak mengena. Hanya 2 yang mengena. Mulut sang ular tak bisa berkutik. Hamzah mendekat. Namun tak ia sadari ekor sang ular menghantam mukanya. Plak! Hamzah terjatuh. Tapi pedangnya tak lepas. Ia bangkit dan langsung menebas bagian ekor sang ular. 6 orang mengeroyok sang ular dan, bruuk, sang ularpun ambruk. "wah letih juga nih perang terus,"Awan bergumam sambil menarik napas dalam2. Akhirnya mereka bergegas pulang karena udah kecapean, dan juga khawatir temen2 si ular besar datang mengejar. Kalau udah letih kan gawat euy.he3x. Ketika tiba di rumah Kurniawan, mereka langsung menyembelih n menguliti rusa itu, lalu membagi2nya.
Punya impian saja tak cukup. Hanya diam berpangku tangan? Mimpi kale ye. Berkorban yuk dengan tindakan, waktu, pikiran, uang, pulsa, dsb.
| |